31 Oktober 2009

SEBUAH PROSES “BE YOURSELF” DARI SUDUT PANDANG SUBJEKTIF








Bagi kalian yang sekarang berusia kepala tiga atau dibawahnya sekitar 2-3 tahun,mungkin sempat merasakan bagaimana dahsyatnya musik metal mengobrak-abrik pasar musik dunia di awal era 80an sampai dengan akhir 90an. walaupun sebagian metalhead beranggapan bahwa musik metal tidak pernah menjadi mainstream alias tetap di jalur underground tapi bagi saya pribadi musik metal pernah popular dan mempunyai arti tersendiri bagi remaja pada masa itu selain gelombang musik rock,new wave,disco,hip hop ataupun pop. saya masih ingat betul waktu saya duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar melihat bagaimana pak de (paman) saya (sekarang sudah meninggal dunia akibat kecelakaan ) berdandan ala rob halford vokalis judas priest untuk datang ke show musik rock di stadion notohadinegoro tanpa pernah mengetahui esensi dari rock itu sendiri ( karena keterbatasan informasi pada saat itu).dari beliau juga saya banyak mendapatkan referensi musik album2 band rock dan metal dunia seperti:iron maiden, helloween, van hallen, bon jovi, motley crue dll.


adalah lagu “kehidupan”nya god bless yang pertama kali meracuni saya untuk lebih mengenal musik jenis ini. dengan menumpang televisi di rumah tetangga sebelah, aku tidak pernah melewatkan menonton klip(?) lagu tersebut ketika muncul di acara musik pada waktu itu seperti selekta pop, album minggu ini atau kamera ria. dan hanya untuk mendapatkan kaset album “semut hitam”nya god bless, aku rela menangis merengek-rengek kepada orang tuaku di depan toko kaset agar dibelikan kaset tersebut.ha…ha…biasalah anak kecil.kebetulan juga rumahku waktu itu berhadapan dengan rumah pakdeku yang gila musik cadas sehingga aku mempunyai akses untuk mengetahui lebih banyak tentang musik metal…...dan dari sinilah semuanya berawal……………
sekarang saya beralih pada pembahasan dimana saya mulai mengenal yang namanya “hardcore”.
setelah kurang lebih 8 tahun aku menjadi pecandu musik rock dan metal ( selain itu aku mulai mencoba mendengarkan musik instrumental ala kitaro, klasik, atau soundtrack film dan iseng-iseng ngeband dengan beberapa kawan di bangku SMA), telingaku terpukau mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh band cadas biohazard . pada masa itu gelombang musik alternatif mulai berkembang pesat seiring dengan lagu “small like teen spirit”nya nirvana mengacak –acak top chart musik dunia.usut punya usut jenis musik yang dibawakan oleh biohazard tersebut dinamakan hardcore, dan istilah itu aku dapatkan ketika aku mengambil studi kuliahku di sebuah perguruan tinggi swasta di kota 
bandung. dari sinilah awal aku bergulat dengan yang namanya scene independent atau D.I.Y ( do it yourself). kaset lokal pertama kali 
yang aku dapatkan untuk genre musik seperti ini tidak lain dan tidak bukan adalah ep pertama band hardcore legendaris setempat dan juga mungkin nasional,puppen “not a pup ep”. jujur, kaset inilah titik awal yang membuat saya menjadi seperti saya yang sekarang menulis tulisan ini. dengan dibantu seorang kawan yang intens di scene black metal, aku mulai dikenalkan album-album lainnya yang waktu itu dilabelkan hardcore seperti : RATM, dog eat dog, sick of it all, korn (waktu itu masih belum menjadi band besar),dll. karena alasan tertentu, aku tinggalkan studiku di bandung dan pindah di malang setelah satu tahun merasakan sejuknya kota parahiyangan.
ditengah-tengah kesibukanku kuliah di malang, aku kembali ngeband dengan kawan-kawanku yang merupakan tetangga rumahku di jember. karena faktor jarak antara malang-jember yang tidak begitu jauh, aku sering pulang kampung.hampir tiap minggu aku gunakan pulang untuk sekedar latihan dan sharing dengan bandku. dilain sisi aku juga mulai aktif berkomunikasi dengan komunitas “punkernative” ( singkatan dari punk dan alternatif, kalo nggak salah ) yang merupakan cikal bakal terbentuknya “total riot community”. dari sini aku mulai lebih aktif dengan scene underground/independen. 
selain punkernative, pada waktu itu ada juga komunitas “sacrificial corpses” yang mengkhususkan pada genre musik underground jenis death metal, black metal dan grindcore. seperti yang dialami di berbagai kota di Indonesia pada umumnya, pada pergerakan awal scene underground/independen pasti terjadi permusuhan antara penggila musik punk/hardcore dengan penggila musik death/black/grindcore. hal ini juga berlaku di jember. bahkan di komunitas punkernative yang aku ikuti, terdapat jargon-jargon anti kemapanan, fuck metal, pop is dead dll yang intinya menyerang berbagai hal yang berbau popular, mainstream, rockstar dan metal. pasti kita juga masih ingat, di tiap album lokal band punk/harcore terdapat list “no thank to:” karena jargon tersebut, agar tidak dianggap pengkhianat komunitas atau supaya tidak dianggap borok, follower, abal-abal, trendy ( ha…ha…ha….pasti kita semua ingat isitilah ini kan ) aku jual semua koleksi kaset metalku yang dulu aku dapat dengan susah payah ( alias menabung bahkan sampe penggelapan uang spp sekolah ) dan kuganti dengan kaset-kaset punk/hardcore seperti:NOFX, bad religion, madball, sex pistol, downset dan kaset kopian band-band hardcore independen yang aku dapatkan dari scenester underground malang seperti earth crisis ( band ini juga sempat merubah pandangan hidupku), ignite, minor threat, 7 seconds, youth of today, backfire, Brightside dll. hal yang mungkin paling bodoh aku lakukan kalo diingat ( tapi dulu itu sesuatu yang cool,man) adalah mengumpat band-band cover yang membawakan lagu2 dari band rock atau metal yang sebelumnya aku puja ketika ada event musik di kampus2 perguruan tinggi jember.bersama kawan-kawan di komunitas punkernative, kami dengan penuh amarah mencemooh mereka. entah apa tujuannya, yang jelas menurut kami itu adalah hal yang menyenangkan.dan ketika giliran band dari komunitas kami tampil, dengan stage act yang cenderung destruktif, kami semua menggila dibawah panggung menikmati lagu punk/hc yang disuguhkan. nggak peduli sound yang keluar seperti apa, yang penting having fun.
puncak kreatifitas, solidaritas dan kepedulian sosial komunitas kami adalah dengan membuat sebuah event dengan titel, “pentas sosial alternative 12 jam” dimana hampir semua band alternative, punk, hardcore di jember bahkan bondowoso ikut ambil bagian dalam event ini. dengan semangat anti komersial ( karena kami waktu itu senang dengan istilah yang berbau “anti” ), event ini akhirnya menginspirasi event-event kampus lain dengan tema sosial yang diangkat. adalah sebuah keharusan tiap band yang tampil untuk menyumbang beras sebanyak 2,5 kg.(kayak zakat ya…) yang kemudian kita sumbangkan ke salah satu panti asuhan di jember. event in juga sempat dihadiri beberapa scenester underground dari kota malang yang akhirnya menjadi akses informasi bagi kami di jember.kembali pada term “agar tidak dianggap pengkhianat”,”biar tidak dibilang follower” atau “ supaya tidak dikucilkan dari scene underground jember” kami akhirnya menganggap musik alternatif ( pada waktu itu band2 seperti pearl jam, soundgarden, nirvana, alice in chains dll) sebagai musik komersial (karena dirilis mayor label) dan bukan bagian dari scene underground. karena pengaruh term tersebut yang begitu kuat diantara kawan-kawan yang intens di scene punk/hc akhirnya kawan2 yang sebetulnya banyak memberikan kontribusi kepada komunitas ini,harus tersisihkan hanya karena mereka tetap menjadi pecandu musik alternatif ( tetapi akhirnya mereka kembali bergabung dengan kami setelah kami melalui proses pendewasaan diri dan kemudian bergerak bersama membangun scene punk/hc di kota jember tercinta ini ). sesuatu yang seharusnya tidak perlu terjadi, tapi itulah realita dari sebuah proses.
setelah proses pemisahan tersebut, komunitas ini berubah nama menjadi total riot community. kamipun mulai mencoba bersahabat dengan komunitas “sacrificial corpses” yang sebelumnya musuh bebuyutan kami dan mencoba menghantarkan nama komunitas kami di blantika per- underground-an Indonesia dengan mengaktifkan jaringan komunikasi dengan komunitas2 underground lain khususnya scene punk/hc di berbagai kota2 di Indonesia. saya sendiri mulai aktif berkomunikasi dengan kawan2 di kota2 lain terutama malang, bandung dan Jakarta ( karena waktu itu tiga kota besar tersebut menurutku mempunyai scene underground yang cukup bagus dan mempunyai akses informasi yang cukup kuat ) untuk mendapatkan referensi baik musik ataupun literatur dan aku mencoba intens di scene hardcore yang menurutku secara fashion sangat casual sesuai dengan karakteristikku yang tidak begitu senang dengan fashion yang amburadul dan corak musik yang menurut aku dapat memberikan energi besar buat aku yang waktu itu memasuki fase pencarian identitas diri.inilah alasan awal mengapa aku memilih intens di scene hc. 
seiring dengan perkembangan informasi di scene hc itu sendiri dan masuknya fasilitas media internet dalam pergerakan underground ( selain media fanzines dan newsletter),ternyata ada dua kelompok besar dalam scene hc yang pada waktu itu diistilahkan dengan “old school” dan “new school”. “old” mewakili genre musik hc di awal sampai akhir era 80an,band2nya seperti: minor threat,bad brain, murphy’s law, youth of today, gorilla biscuit dll dan mencapai puncak kejayaannya di tahun 1988 di negeri paman sam sana, sedangkan “new” mewakili genre musik hc era awal 90an sampai sekarang ( yang kita kenal saat ini dengan istilah “metalcore”) yang berani melakukan terobosan baru di segi sound dengan mengkombinasikan riff2 gitar groovy dengan part2 musik metal. sejauh pengamatan saya band2 pelopor genre musik hc seperti ini adalah dari scene H8000 CREW belgia dengan record labelnya “ good life recording” seperti : congress, liar, unbroken, harvest,dll. wabah ini juga diikuti oleh band2 usa seperti:earth crisis, morning again, onekingdown dll. selain pengelompokan tersebut, hc juga menawarkan gaya hidup alternatif - positif yang hingga saat ini memiliki massa yang solid yaitu “straight edge”. entah karena faktor apa, aku juga sempat menjalani gaya hidup ini selama kurang lebih 4 tahun. 
ditengah-tengah pergerakan scene punk/hc di jember, ada momen-momen penting yang terjadi dalam hidupku dan komunitas kami,seperti keluarnya aku dari kuliah dan memutuskan menikah dengan gadis pilihanku hingga sekarang dikaruniai seorang putra berusia 4 tahun,menggelar event fenomenal "gerilya bawah tanah" yang masih tetap aktif sampai saat ini,membuka ruang diskusi dengan organ2 kampus,merilis album rekaman yang dibuat dengan etos D.I.Y(sekarang menjadi absurd dan lebih dikenal dengan istilah indie),membuat media wacana publik(fanzine,newsletter,
pamflet,leaflet,grafiti,etc
,membentuk kolektif "freepass" yang merupakan cikal bakal terbentuknya "gerimis diskolektif",membuka ruang publik seni dan budaya hingga terjadinya regenerasi yang diawali dengan demoralisasi pada kawan – kawan yang terlibat dalam scene punk/hc jember dan juga kurang kuatnya infrastruktur yang dibangun.untuk persoalan ini mungkin akan aku bahas pada tulisanku di edisi selanjutnya, mengingat keterbatasan ruang yang ada. 

kembali ke istilah new school tadi, karena kecintaanku pada musik metal sejak kecil ( disertai semangat ingin “ jadi diri sendiri” ) akhirnya aku lebih intens mendengarkan musik hc dari band2 new school dan mencoba memainkannya dengan bandku,dan karena kerinduanku disertai hasrat ingin bernostalgia, selain mendengarkan band2 metalcore
( istilahnya saat ini), aku mulai aktif hunting rilisan2 band2 metal lama yang dulu sudah aku jual, baik itu kaset,cd,vcd,ataupun dvd bahkan download melalui internet hingga sekarang . 


ya, sebuah kecintaan yang bermuara pada jati diri yang saat ini tidak perlu ditutup-tutupi lagi, tidak ada perasaan takut untuk tidak diakui, bahkan tanpa pelabelanpun.aku akan tetap berjalan dengan semua kemampuanku dan ketidakberdayaanku menghadapi kerasnya realita hidup untuk bergerak pada satu titik yang akhirnya hanya aku sendiri yang mengetahuinya.dengan iringan soundtrack musik metal tentunya dan juga musik lain yang tentunya juga akan aku pilih sendiri, aku akan terus bergerak hingga puing integritas terakhir yang aku miliki untuk satu ketidakyakinanku pada satu keyakinan yang mungkin tidak akan pernah aku yakini.


penulis adalah : dwi sucahyono a.k.a coreng (vocalis band metal SERVERSICK) 

28 Oktober 2009

Sang Raksasa GOD BLESS


Sejarah God Bless tidak terlepas dari perjalanan karir Achmad Albar, vokalis sekaligus pentolannya. Iyek, begitu ia sering disapa, setelah melanglang buana di Belanda dan kembali ke Indonesia, ia pun berangan-angan membentuk sebuah band. Bersama Ludwig Le mans, gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda, Iyek lalu mengajak Fuad Hassan (Drum), Donny Fattah (Bass) dan Deddy Dores (Kibord) untuk membentuk sebuah band. Tahun 1972, formasi ini mengikuti pentas musik Summer・8・semacam pentas Woodstock・ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang di ikuti berbagai grup dari Indonesia, Malaysia dan Filipina.



Tapi tak lama setelah itu, Deddy Dores keluar dan di gantikan Jockie Soerjoprajogo. Formasi ini pun mulai getol berlatih di kawasan puncak, Jawa Barat dan mematok nama God Bless sebagai nama grup mereka. Tanggal 5-6 Mei 1973, untuk pertama kalinya God Bless tampil di depan publik, di Taman Ismail Marzuli (TIM) Jakarta.


Tahun 1975, formasi God Bless yang paling solid yakni Achmad Albar (Iyek), Donny Fattah (Bass), Jockie Soerjoprajogo (Kibord), Teddy Sudjaja (masuk menggantikan Keenan Nasution yang sebelumnya juga menggantikan Fuad Hassan yang meninggal dunia akibat kecelakan) dan di tambah sang gitaris handal Ian antono. Meraka merampungkan Album perdana Huma diatas Bukit yang merupakan soundtrek film yang di sutradarai oleh Suman Djaya.



Tahun 1970-an, boleh dibilang adalah masa kejayaan God Bless di panggung. Diantara beberapa band Rock yang timbuh saat itu, sebut saja macam Giant Step, The Rollies dan AKA, God Bless hampir tak tertandingi. Kendati kerap mengusung reportoar asing milik Deep Purple, ELP, hingga Genesis, namun aksi panggung serta skill masing-masing porsonelnya boleh dibilang di atas rata-rata. Di tambah lagi God Bless pernah mendapat kehormatan untuk mendampingi konser Suzi Quarto dan Deep Purple di Jakarta. Namun keseringan menyayikan lagu asing, macam milik King Ping Meh, Queen, Edgar & Jhonny Winters, Deep Purple dan Genesis membuat gaya musik para personel God Bless sedikit banyak terpengaruh. Hal tersebut tergambar jelas dalam pengarapan album perdana mereka, Huma Diatas Bukit yang cukup banyak terpengaruh sound Genesis.



Menjelang pembuatan album kedua Jockie Soerjoprajogo keluar dari formasi dam memilih mengerjakan proyek album solonya serta menggarap proyek Badai Pasti Berlalu, album yang melejitkan penyanyi Chrisye. Posisi Jockie Soerjoprajogo kemudian di ambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album kedua cermin (1980). Di album ini konsep musik God Bless sedikit berubah. Sentuhan permainan kibord Abadi Soesman yang banyak di pengaruhi unsure musik jazz dan The Beatles menjadikan ramuan aransemen lagu=;agunya terkesan lebih rumit dan membutukan skill tinggi dalam memainkannya. Tapi menurut Abadi, album yang sebagian besar materinya di rekam secara live tersebut tidak terlalu memuaskan mereka. Karena sebelum rekaman, kami sudah memainkan lagu-lagu itu selama setahun penuh, katanya suatu ketika.


Dua tahun setelah album cermin dirilis, Abadi Soesman mengundurkan diri. God Bless sendiri vakum beberapa tahun. Di tengah kevakuman God Bless, Achmad Albar banyak mengeluarkan album solo dan bekerja sama dengan beberapa musisi, sebut saja Areng Widodo, Ucok AKA Harahap, dan pernah membuat Album Dangdut (Zakia dan Laguku)



Tahun 1988, God Bless menggebrak dengan lagi lewat album Semut Hitam, yang kembali menghadirkan permainan kibord Jockie Soerjoprajogo. Di album ini lagi-lagi konsep musik God Bless berubah. Dari tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras karena pengaruh musik hard rock dan heavy metal yang mengikuti zamannya waktu itu.


Secara komersil, boleh dibilang album semut hitam yang antara lain melejitkan lagu kehidupan, semut hitam dan rumah kita ini cukup sukses. Sayangnya, keberuntungan tersebut tidak di barengi oleh keharmonisan hubungan di antara personelnya serta pihak manajemen. Buntutnya, Ian Antono menyatakan hengkang dari grup yang membesarkan namanya ini. Posisinya kemudian di gantikan oleh gitaris muda berbakat dari Borneo, Eet Sjachranie yang sebelumnya sempat memperkuat bandnya Fariz RM dan grup


Cynomadeus. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karir solo sebagai pencipta lagu, arranjer dan produser. Ia berhasil melambungkan nama Ikang Fauzi, Nicky Astria dan menyegarkan karir Iwan Fals kembali lewat album Buku ini aku pinjam dan Mata Dewa.



Setelah Album Semut Hitam (1988), tidak berlama-lama lagi di tahun 1989 God Bless langsung merilis album Raksasa. Untuk kesekian kalinya konsep musik God Bless goyah lagi. Di Album Raksasa, permainan gitar Eet Sjachranie yang sangat modern sangat mempengaruhi pada perubahan musik God Bless. Selain lebih keras juga terkesan lebih bright dan serat akan sound rock yang trend di akhir tahun 1980-an. Di album ini melejit lagu Maret 89, Menjilat matahari, Raksasa yang sangt kental dengan permainan gitar Eet Sjachranie yang banyak terpengaruh musik Van Helen dan juga ACDC.



Ditahun 1991 God Bless merilis Album Story Of God Bless yang merupakan lagu-lagu lawas mereka yang dirilis ulang sebut saja lagu Huma diatas Bukit, Sesat, Musisi, Setan Tertawa, She Passad Away adalah lagu-lagu yang di arensmen ulang dan sangat lebih segar, modern. Setelah album ini grup band yang menjadi tonggak musik rock di Indonesia ini vakum dan masing-masing poersonil nya sibuk dengan proyeknya sendiri-sendiri. Sebut saja Eet Sjachranie dengan Edane nya. Jockie Soerjoprajogo dengan Kantata Takwa, Swami dan juga Suket serta melambungkan nama Mel Shandy dan Ita purnama Sari. Donny Fattah dengan Kantata Takwa juga dan melambungkan grup pendatang baru Power Metal. Teddy Sudjaja yang memproduseri dan menciptakan lagu-lagu Aggun C Sasmi. Achmad Albar sendiri dengan solo nya yang cukup sukses. Selain itu juga diawal tahun 1990-an banyak bermunculan Band-band muda berbakat sebut Slank, Power Metal, Grass Rock, Elpamas dan Kaisar. Dan ironisnya di awal tahun 1990-an itu juga muncul grup band yang merupakan duplikat dari God Bless sendiri yakni Gong 2000 di mana tiga porsonelnya Achmad Albar, Ian Antono dan Donny Fattah serta di tambah Harry Anggoman (Kibord) dan Yaya Muktio(Drum) melejit dengan lagu-lagu Rock yang bernuasa pentatonic Bali, dan ada beberapa lagu lawas God Bless yang masuk di Album Gong 2000 ini.


Selang beberapa tahun vakum yang cukup panjang, di tahun 1997, para porsonel God Bless, termasuk Eet dan Ian Antono kembali berkumpul. Workshop yang mereka gelar di kawasan puncak, Bogor menghasilkan album berjudul Apa Khabar, yang merupakan album kerinduan mereka untuk kembali berkiprah di panggung musik. Kisah selanjutnya setelah penggarapan album Apa Khabar, Eet Sjachranie resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri EDANE, yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.



Menjelang penggarapan album-album terbaru God Bless giliran Jockie Soerjoprajogo dan Teddy Sudjaja yang mengundurkan diri. Penggarapan album pun menjadi terlambat, sepanjang tahun 2000 hingga 2005 God Bless belum juga merilis album lagi. Sepanjang tahun 2000 hingga 2006 ini banyak nama-nama yang sempat mengisi kekosongan di tubuh God Bless di antaranya, Kembalinya Abadi Soesman, Inang Noorsaid, Iwang Noorsaid, Harri Anggoman, Yaya Muktio dan Gilang Ramadhan. Entah sekarang bagaimana khabar grup yang menjadi leganda musik rock Indonesia ini. Terakhir mereka masih manggung di acara Amild Live Soundernaline dan acara tahun baruan di Ancol dengan formasi Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah dan Gilang Ramadhan. Salut buat God Bless di usia yang tidak muda lagi mereka masih garang di atas panggung.
DISKOGRAPHY :
 
HUMA DI ATAS BUKIT


 

CERMIN

 

SEMUT HITAM
God Bless - kehidupan.mp3
God Bless - rumah kita.mp3
God Bless - semut hitam.mp3
God Bless - damai yang hilang.mp3
God Bless - orang dalam kaca.mp3 download
God Bless - ogut suping.mp3 download
God Bless - suara kita.mp3 download
God Bless - badut badut jakarta.mp3 download
God Bless - trauma.mp3
God Bless - bla...bla...bla.mp3 download


 

RAKSASA
Maret 1989.mp3 Download
Menjilat Matahari.mp3 Download
Misteri.mp3 Download
Emosi.mp3 Download
Cendawan Kuning.mp3 Download
2002.mp3 Download
Pemburu Ilusi.mp3 Download
Sang jagoan.mp3 Download
Anak Kehidupan.mp3 Download
Raksasa.mp3 Download

 

APA KABAR
God Bless - Apa kabar?.mp3
God Bless - Anakku.mp3
God Bless - Srigala jalanan.mp3
God Bless - Asasi.mp3 download
God Bless - Diskriminasi.mp3 download
God Bless - Roda kehidupan.mp3 download
God Bless - Pengamen kecil.mp3 download
God Bless - Balada Si Toha.mp3 download
God Bless - Nurani.mp3 download
God Bless - Kembali.mp3 download

 
36 TAHUN 


SERVERSICK


SERVERSICK was formed in early 2000 with the purpose to create a nu formula graining metal in jember tobacoss city.moving on independent music jember scene,make this band often change members but since after 2007 Deden,Hdie (vendzor),wiwit ( corenx) and otnay decided to make a solid formation. We've bled for this community/scene/movement whatever you call it.
We've lost thousands of Rupiahs, gone into debt, we have given the shirt of our back and even at times, risked our life for this music so you better believe it is not a laughing matter when anyone tries to disrespect the legacy that we have carried, you may not like some of the things we do outside of SERVER SICK or the so-called Metal/Hardcore community and that is your right but this band is an institution and a movement, it's not some trend or phase in our lives, IT IS OUR LIVES.

We don't walk through doors, we kick them down, that is the very notion this band was founded upon. We've eliminated the ceiling. We've crushed the limitations and expectations and we will continue to do so. No matter how much anyone tries to put a "spin" on it. The impact is there and it isn't going anywhere. We want to push on, we want to push ourself and others to be better. We don't want to be a spectator, we don't want to just talk, we want to take action. If you have something positive to contribute to the scene, community or to the world in general, you better believe that we want you to be motivated and set up right to do so...

Contact Person:HDIE : 085232176008
SERVERGRAPHY 

Photobucket
Photobucket



BANYUWANGI METAL SCENE REPORT


Banyuwangi Metal Head ato biasa temen2 menyebutx BWMH(yaiyalah BWMH,lo’ BWBH =Bawa’ Bra) terbentuk udah lama sebenarx,jauh sebelum jaman es n jaman purba tiba dg digawangi oleh manusia2 tercadas di dunia yaitu Pandu,Pronk n Po’cenk pd th 2006. Komunitas ini terbentuk karena kegemaran n kecintaan mreka terhadap musik metal khususx modern metal seperti Pronk suka dangdut metal kyk trio macan,trio kuda,duo singa,Pandu suka jowo metal kyk Catur Arum,Rendy Farida,Kacung,Buang Enguk,Supriyono(emboh g kenal aq) n aq sendiri suka ma metalcore kyk Peterpan,Radja,Kangen Band n Megaduth(hhhuuueeekkks muntah aq !!??)…tapi mreka smw suka 1 musik yg sama yaitu Metalcore hwehehe. Karena ksamaan visi,misi n attitude mreka maka ke-3 siluman itu kepikiran n sriuz utk bwt komunitas metal,,,karena terlalu sriuzx sampai2 si Pandu mertapa tuh di Alas Purwo ngeritingin rambut n Pronk diet ketat. Tapi misi ke-3 manusia itu ga2l bikin komunitas metal karena kekurangan anggota cz yg namax kom tu minim 10 orang ato lebih so mreka ber-3 gabung ma komunitasx si Beres(yg pux distro hipnotiz) n ikut nongkrong2 jg pada akhir 2006 lo g sLh(emboh lak salah).

Kom Beres yg notabene penganut ideologi metal Underground menamakan diri mreka BMG alias Banyuwangi Metal Gerilya(nama yg aneh) dg berlandaskan musik2 extreem metal kyk black metal,death.metal,gotic,gr

ind,brutaldeath,doom,pokokx metal2 underground gitu deh n malahan ada tuh anggotax yg penganut atheisme maz Jacko(bkn Jackson Michael). Awal 2007 kita aktif ikutan kom mreka n ikut ngmpul2 meskipun ada kalax kita jarang2 ngmpul ma mreka. Aq inget tuh pimpinan ank2 BMG si Berez,Ancok,Jacko,Mamed,Wawan yg smwx tuh suka Black/Death mtl n ke smwx nih kyk keluarga berencana ada yg jd bapakx,ada yg jd ibux,da yg jd ankx,ada yg jd cu2x,ada jg yg jd buyutx!??wez pokoke koyok ngunu kui,,,n ank2 BMG biasa nongkrong di distrox Berez (Hipnotiz) etane Wijaya super mall tiap hri sabtu n minggu. Kom BMG tu anggota baxk sekitar hampir 20 ank,n yg aq kenal ambi aq inget tu Berez,Ancok,Mamet,Jacko,Wawan,Yula,Tono,Fredy,Clara,Vikri,Aguz n laen2 n sampai krg kita berteman baik ma mreka smw. Jalan pemikiran ank2 BMG tu terlalu mengagung2kan paham2 satanic,atheis,gotic,subkultur Underground n menganggap musik mreka tu segala-galax alias menganggap musik metal Underground no.1 di dunia ini sampai2 mreka tu sering ngomong secara langsung atopun nyindir bahwa musik yg kita(aq,pronk,pandu) suka n mainin kyk metalcore n hardcore tu musik cemen(secara g langsung mreka tu Diskriminasi kita ngomong gtu). Aq,pandu,Pronk jg sering dikasih doktrin2 tentang metal yg salah n jauh dari fakta seperti Berez n Ancok pernah bilang”MUSIK DEATH METAL ADALAH MUSIK METAL YANG MENGAWALI DARI SEMUA MUSIK METAL/CIKAL BAKAL DARI SEMUA GENRE METAL !!!”gundulmu apek kataq…Hm,tu Cuma contoh kecil dari doktrin2 mreka yg salah n sebenerx masih banyak dari pernyataan2 mreka yg sesat kyk Ahmadiah cuma aq lagi malez nyritainx(makax kasih comment donk !!!). Dari sanalah kita tu sering debat ma mreka khususx si Berez tu yg sok tw dg doktrin2x. Detik Demi detik,hari demi hari perdebatan nih sering terjadi dg Pandu sbg pembicara n Berez sbg lawanx hingga g da ti2k temu tapi dg kesaktian si Pandu kadang si Beres tu kalah ngomong!!(apa gara2 abiz mertapa di Alas Purwo tu yah si Pandu jd sakti). Teruz terang aq gabung ma mreka2 tu g da yg aq dapet baik tu pengalaman,referensi,n organisasi ,,,paling dapet temen aja be2rapa.So sampe 2008 pertengahan tu kita renggang ama ank2 BMG alias g pernah kumpul2 lagi cz malez n ju2r kita ngerasa tu bukan kom yg kita pengenin cz g satu jalur ma kita jg ank2x g asyik. Di waktu yg sama kita ber-3 jg sibuk ndiri2 kyk pronk kuliah di Jakarta,Pandu kuliah di Surabaya n aq sibuk skul wktu tu n sibuk maen layangan wkwkwk…tp keinginan bikin kom ndiri tu masih ada,,,(yg bikin kerupuk jg ada kok hi3!!)

Sampai awal 2009 aq,pandu,cemet,vikri,n agus esoteric sering nongkrong2 di kampuz(tempat ank2 ngmpul n nongkrong…) tp pandu jarang2 cz kuliah di Bali n dari sering ngmpul2 tu tadi,akhirx kita kepikiran bwt bikin kom metal n ngelanjutin unek2 aq,pronk,n pandu dlu yg pengen bikin kom metal n akhirx ok dah setuju smw ank2 berlima ni bwt bikin kom ndiri n lahirlah Banyuwangi Metal Head(BWMH) yg berawal Cuma 5 anggota tu tdi yg kebetulan suka metal smw(yang suka danggoreng nok g???sory g laper Bu’!!!). Dg seiringx waktu anggota baru makin bertambah n masuk pd bulan maret awal seperti Anisa terbakar,Dora Hellfest,Ulpret,Seley,Boby
,Yula,Dwi,Voni. Pada bulan April g disangka2 konco lawas dtg dari dunia lain”Siapakah dia?”yah dia adalah Pronk he3…”welcome to the hell bro”kata aq”…Dg perubahan disana-sini,aq g tw n nyangka lo itu Pronk(aq kira demit hag3),yah dg rambut yg gondrong n badan yg lebih gede dari terakhir yg aq liat Pronk sangat berubah lebih cadas n ditambah dg memakai baju Purgatoryx itu. Dg alasan yg g aq tw dy balik k Banyuwangi dri Jakarta n menyelinap masuk ke BWMH(munggono maling lek !!??yo iku hag). Dengan baxkx anggota yg masuk di kom ini,ju2r aq,Pronk,Pandu bangga n seneng bgd cz ank2 yg masuk tu jek mambu kencur kabeh alias jek SMA smw(awalx aq kira mbah2 doank yg mw join…\m/).Waktu cepet berlalu n pd bulan agustus kmrn tu da 3 anggota yg masuk yaitu Obleh,Kartolo’ n Rudi…”wih tambah rame ni”kata aq…Sedikit berbicara mengenai BWMH,kom BWMH ni emank beda ma BMG…Why ?...smw mahluk hidup yg berakal pazti nanyax kyk gtu,mengapa beda cz kom kita neh kom di jalur Idealisme modern metal bkn underground metal,kita selalu ngedepanin attitude,style,Fasyion,n idelogi ank2 metal/hardcore sebenarx kyk hidup bersih(no drugs n freesex),cinta lingkungan,gerakan positif,jaga perdamaian,independent,kritis trhdp pemerintahan(kyk isu2 sosial,politik budaya)dll.jadi g melu2 ngomongin musik doank tp keseluruhan,g kyk musik metal underground yg g jlaz itu sampe haruz nganut atheis n satanic(ah mangan sego goreng ae poo enak!yo g Pronk??)…n musik yg emang di jalur modern metal tu seperti Hardcore,Metalcore,Trash mtl,nintendocore,speed metal,heavy metal,Post metal,Progresive,Crossover,Hardcore newskool,Hardrock,Stoner metal,Hardcore Oldskool bla3…tu masih beidealis ria n lebih menjalankan hal2 positif n gerakan positif sbg ideologix. So seperti itulah jalan pemikiran n kegiatan ank2 BWMH,g sekedar nongkrong n sharing doank tp jg melakukan hal2 yg bermanfaat seperti menolong temen yg lg baxk utangx,nolong temen yg lg kelaperan(mungkin yg blm makan 2 hari),bliin pulsa temen yg lg bokek,neraktir temen2 yg lg g pux duit,,,hag3. Tapi yg paling penting n seriuz dari itu smw,kita selaku ank2 BWMH nunjukin ke publik lo kita tu mampu bikin acra musik idealis n indie untuk pertama kalix di Banyuwangi( weh tepuk tangan donk…\m/),Hebat g tuh!!Cuma kita loe yg pertama kali n ngewujudin bikin acra musik indie pertama di Banyuwangi he3,,,nama acra kita MINUS POP( tu agenda utama ank2 BWMH)…Jadi minus pop tu acra musik indie collective yg di bikin ma ank2 BWMH 3 bulan sekali,yang pertama tu tgl 19 september kmrn tu di Maxtor bistro tepat malem takbir. Band yg maen da 9 n bergenre indie kabeh(dangdut onok g maz ???)…kesluruhan bs dibilang sukses acrax n ank2 ni pztix bakal ngewujudin even MINUS POP 2,3,4,5 n seteruzx jg konsep acra bakal truz dimatengin dr acra2 sebelumx

Yah seperti itulah profile n activity kom BWMH,,,n intix kita tu nerima sapa aja yg mo gabung di kom kita mau buyuten,ank2,remaja,laki,p
erempuan,tua,muda n kita bakal wellcome kok. Anak2 BWMH jg asyik2 n ank2x baek2 smw,g da bekas napi,penjahat ato dukun cabul dsni so nyantai ja g usah takut umpama anak anda mo gabung ke komunitas kita wkwkwk Anggota sampai saat ini ada 16 anggota…pesen dari aq moga BWMH te2p kompak,tambah beringas n suksesin Minus pop 2…aaauuuwww…aaauuuwww \m/.

27 Oktober 2009

DOWNLOAD CLASSIC ROCK ALBUMS

ACDC - Live at Olympic Stadium Munich, 15 May 2009 [bootleg]
DOWNLOAD 
 


 RITCHIE BLACKMORE-RAINBOW 1975

 
JIMI HENDRIX by HIMSELF






SAHABAT ROCKERS INDEX

PRAKATA
Well, begitu banyak bertebaran blog di dunia maya ini. Ada yang mengkhususkan untuk mendownload file mp3 (blog musik),ada yang mengajarkan ilmu komputer (blog tutorial), ada pula blog kabar berita politik,budaya,musik dll (blog news)ada pula blog ajang curhat (blog personal) dsb.. Blog yang sedang anda kunjungi ini adalah salah satu perpaduan antara blog musik dan blog news. Blog "SAHABAT ROCKERS" !! lebih tepatnyawebzine dalam bentuk blog kali..he he.he.. Adapun pemakaian nama "SAHABAT ROCKERS" karena teman/sahabat dari editor di blog ini banyak yang berpredikat sebagai Rockers. Walaupun dulunya juga seorang Rockers juga tapi sekarang sudah tidak lagi. Tujuan di buatnya blog ini adalah hanya semata-mata membantu pergerakan scene musik di kota Jember- Jawa timur. Kota kelahiran editornya blog ini sendiri. Karena di akui atau tidak sangat minim sekali mengenai pemberitaan mengenai pergerakan scene musik di kota Jember. Bagi kalian yang mempunyai grup band di jember yang ingin masyarakat musik di "luar sana" mengetahui info terakhir tentang band kalian dapat menghubungi editor blog ini dengan cara mengirim profil dan kabar terakhir band kalian ke alamat email seperti yang tertera di bagaian bawah blog ini. Semoga blog ini dapat membantu pergerakan scene musik di Jember dan dapat membuat masyarakat musik di "luar sana " mengetahui eksistensi band kalian. Buktikan bahwa kita masih "ada"dan tidak bisa di anggap remeh kawan !!. Anyway.. blog ini sangat mengharapkan saran/kritik dari kalian semua. Cheersss.. !! email saya di :kartolo1975@yahoo.co.id





GERILYA BAWAH TANAH kali ini memasuki eventnya yang ke 5. Beberapa band luar kota telah masuk dalam list anatara lain : STOP HARAP TURUN (Sby), MEIN KAMPF (Bali),RIOTER (Lmjng) dll. Tentu saja band tuan rumah tak ketinggalan macam WNA,PISPOT,DISSOLVED,RATMI B-29,DEVASTATED,CRIMINAL VAGINA,NEVER BACK DOWN,LABORATORY SICKNESS,dll
Nanti pada saat acara akan di gelar Workshop Music, Sablon, dll... baca selengkapnya


Berawal ketika dirilisnya Album Independent Pertama Di Jember Oleh Desecration pd th 94,maka terbentuklah SACRIFICIAL CORPSES-JEMBER UNDERGROUND, Sacrificial Corpses juga menjalin kontak juga kerjasama dengan komunitas-komunitas sejenis diluar kota seperti dari Bandung (Grind Ultimatum, Black Mass, Ujungberung Rebel-Homeless Crew), Surabaya (Independent,Army Of Darkness), Kudus Grinder Militia, Bali 1921 Corpsegrinder, Yogyakarta Corpsegrinder,Scattered Brain Society Semarang, Pure Sick Community Lombo... baca selengkapnya

SEJARAH MUSIK ROCK/METAL INDONESIA 

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gank Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terencem(Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an.... baca selengkapnya

Mendobrak kebosanan dengan album perdana dan terakhir “Ghede Chokra’s”

BERAPA banyak grup musik Indonesia pada masa tahun 70 an yang benar-benar mau meningkatkan mutu musik dalam rekaman, tanpa terlalu peduIi pada selera pubilk? Rasanya jari-jari sebelah tangan saja sudah cukup menghitungnya.

Dua jari di antaranya boleh kita pakai mewakili 2 nama grup dari Bandung. Satu untuk The Gang Of Harry RoesIi satu lagi untuk Shark Move. Dalam waktu yang tidak terlalu berjauhan dua-duanya selesai merekam album-album pertama mereka. baca selengkapnya

“Band rock Indonesia tidak akan sukses apabila tidak pernah menjajal kerasnya panggung rock kota Malang”; sebuah quote yang mungkin dapat dengan serta merta disanggah ketika sebagian orang mungkin akan berteriak Jakarta atau Bandung. Tetapi demikianlah sebuah penegasan dari seorang sesepuh yang mengawali segenap drama panggung rock Indonesia. Bermula dari sebuah racikan seorang apoteker jenius di bilangan Kali Asin Surabaya, pada pertengahan dekade 60an....baca selengkapnya

Aktuil adalah nama majalah musik yang terbit pertama kali pada 8 Juni 1967 di Bandung. Berdirinya majalah ini bermula dari ide Denny Sabri Gandanegara, kontributor majalah Discorina, Yogyakarta. putra pertama Sabri Gandanegara, wakil gubernur Jawa Barat periode 1966 - 1974. Dia lalu bertemu Bob Avianto, seorang penulis lepas masalah-masalah perfilman. Dari obrolan ringan, mereka sampai pada perbincangan intens dan serius untuk membuat majalah hiburan. Avianto menemui Toto Rahardjo, pemimpin kelompok musik dan tari Viatikara. Gayung bersambut. Di rumah Syamsudin -publik musik mengenalnya pemusik Sam Bimbo- mereka mencapai kata.... baca selengkapnya

Dara Puspita adalah grup musik asal Surabaya, Jawa Timur yang dibentuk tahun 1964 dan beranggotakan Titiek Adji Rachman (gitar melodi), Lies Soetisnowati Adji Rachman (bas), Susy Nander (drum), dan Ani Kusuma (gitar pengiring).


 

DEEP PURPLE Membakar Senayan 1975


Supergroup ini datang dan mengubah segalanya. Dua hari yang mencekam dan mengerikan di Jakarta. Setelah 31 tahun inilah kisah sebenarnya yang tak banyak diketahui atau bahakan diceritakan orangtua kita. Oleh Wendi Putranto.Seteleh Ritchie Blackmore hengkang dari Deep Purple pada bulan April 1975 dan digantikan Tommy Bolin, mantam gitaris James Gang, maka resmi terbentuklah Deep Purple MK IV yang terdiri dari David Coverdale (vocal), Clen Hughes (bass), Tommy Bolin (gitar), Jon Lord (keyboard), dan Ian Paice (drums)...baca selengkapnya





25 Oktober 2009

LED ZEPPELIN HISTORY






















20 Oktober 2009

DEEP PURPLE Membakar Senayan 1975




Supergroup ini datang dan mengubah segalanya. Dua hari yang mencekam dan mengerikan di Jakarta. Setelah 31 tahun inilah kisah sebenarnya yang tak banyak diketahui atau bahakan diceritakan orangtua kita. Oleh Wendi Putranto.Seteleh Ritchie Blackmore hengkang dari Deep Purple pada bulan April 1975 dan digantikan Tommy Bolin, mantam gitaris James Gang, maka resmi terbentuklah Deep Purple MK IV yang terdiri dari David Coverdale (vocal), Clen Hughes (bass), Tommy Bolin (gitar), Jon Lord (keyboard), dan Ian Paice (drums).

Sebuah sejarah baru bagi dunia showbiz Indonesia akhirnya ditoreh pada tanggal 4 dan 5 Desember 1975 ketika supergroup Inggris ini menyempatkan diri untuk menggelar konser di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Orang yang paling berjasa mendatangkan Deep Purple ke Indonesia adalah Alharhum Denny Sabri (wafat 29 November 2003 di Bandung), seorang jurnalis musik berpengaruh yang saat itu bekerja untuk Majalah aktuil dan sempat sukses mengorbitkan Nicky astria, Meriam Bellina, Nafa Urbach dan Nike Ardilla. Aktuil merupakan majalah yang terbit sejak tahun 1967 di Bandung dengan tiras seratus ribu eksemplar tiap bulannya, sebagian liputannya adalah musik. Sabri adalah orang yang sanagt dekat dengan lingkaran dalam Deep Purple, mulai dari tingkat Manajement, raod crew hingga para personelnya ia kenal sejak lama sebelumnya. Yang tak banyak diketahui anak muda sekarang, keberhasilan memboyong Deep Purple ternyata memiliki cerita yang sangat panjang.

Menurut buku 10 Tokoh Showbiz Musik Indonesia (Seno M.Hardjo, Hilman, Denny MR/Gramedia 1991), Denny Sabri pertama kali menyaksikan konser Deep Purple di Humburg, Jermnan pada tahun 1970 dan segera menjadi penggemar berat mereka setelahnya. Sebagai jurnalis yang terkenal gigih dan ulet dalam menembus narasumber, Denny Sabri setahun kemudian akhirnya berhasil berkenalan dengan Bruce Payne, manajer band Deep Purple dan menjalin hubungan baik dengannya. Burce bahkan sering mengajak Denny untuk ikut tur konser dan terbang bersama pesawat Deep Purple.
Selain ikut tur ia juga kerap diundang untuk menyaksikan latihan rutin badn ini di hangar pesawat yang kabarnya sering digunakan Led Zeppelin. Jika mereka tengah rehat latihan ia terbiasa mengobrol dengan para personel Deep Purple, Khususnya idola utamanya, Gitaris Ritchie Blackmore. Pendiri Deep Purple ini kerap menanyakan dimana letak Indonesia. “Apakah Indonesia adalah nama lain dari Indo Cina?” ujar Denny di buku tersebut menirukan Ritchie. Mungkin disitulah Denny Sabri makin bersikeras untuk membawa band idolanya menggelar tur ke Indonesia.
8 November 1975 diHonolulu Hawaii, Denny Sabri secara spontan diperkenalkan kepada ribuan penonton oleh David Coverdale yang berkata bahwa Deep Purple telah kedatangan “ Seorang tamu dari bagian lain surga. Selamat datang Denny Sabri, sang promoter!” Lampu sorot kemudian diarahkan kepada Sabri yang kebetulan sedang duduk dibarisan depan. Aplaus penonton membahana yang segera disusul dengan bergemanya lagu “Burn”. Sebuah momen impian bagi penggemar band apapun telah menimpa dirinya. “Coba bayangkan, betapa bangganya saya!”tukas Denny di buku tersebut.

Setelah mengontak promotr Peter Basuki dari Buena Ventura Group untuk berkerjasama dengan Majalah Aktuil guna mendatangkan Deep Purple, Denny Sabri intens membahas kedatangan mereka ke Jakarta dengan sang mmanajer. Disepakati untuk dua konser di Jakarta honor yang diberikan sebelar 48 juta rupiah. Selain itu, Denny juga diwajibkan menanggung akomodasi serta transportasi udara kontingen Deep Purple dengan rute Sydney-Jakarta-tokyo. Urusan tersebut beres, masalah lain menghadang. Kini giliran teknis produksi konser yang menjadi kendala.
Di Indonesia pada saat itu fasilitas pendukung seperti panggung, Sound System, lighting masih sangat terbatas. Apalagi ini kebutuhan pentas supergroup dunia. Sebagai sahabat Sabri akhirnya Payne bersedia mencarter pesawat khusus untuk menerbangkan kargo logistic Deep Purple langsung dari Kanada.
Kabar kedatangan Deep Purple yang gencar diberitakan aktuil membuat sebagian besar anak muda tanah air terjangkit demam Deep Purple, apalagi saat itu bersama Led Zepplin dan Black Sabbath, mereka tengah merajai pentas rock dunia. Sebagai band pembuka konser supergroup rock dunia yang pertama di Indonesia Sabri lantas menunjuk God Bless.

Untuk dua malam membuka konser Deep Purple, God Bless dibayar 1,5 juta rupiah. “Fee terbesar God Bless pada saat itu. Kami Cuma main lima lagu, tiga puluh menit terus bareng Supergoup lagi”, kenang Donny tertawa. Dihari pertama konser, God Bless urung tampil karena , menurut Donnym para teknisi dan kru supergroup terlambat mempersiapkan alat-alat musik. Diputuskan God Bless akan membuka konser dihari kedua.

Keesokan harinya, walau tampil cover version, God Bless sukses memukau public sendiri. “kami juga memainkan lagu Trapeze, ‘Keepin’ Time’ yang diaransement ulang sebagai p[ersembahan bagi Glen Hughes. Waktu itu lum berani membawakan lagu sendiri karena masih dalam proses pengerjaan album di studio,” ujar ayah dari Imam Fattah, gitaris band indie Lain dan Zeke and The Popo ini bangga. Saat itu para personel God Bless tata-rata 25-27 tahun.

Mulusnya penampilan God Bless ternyata berkat dukungan teknis yang diberikan seluruh road crew Deep Purple. Menurut Donny, walau instrument usik cukup memadai, saat itu di Indonesia pemahaman teknis produksi sebuah konser masih tergolong primitive. “Tak hanya God Blessm band-band Indonesia saat itu masih belum paham fungsi stage monitor, sound system bahakan Mixer. Ketika melihat tata lampu yang hebat dan asap dry ice semua orang terbengong-bengong. Memang lum ada jaman itu, “Kata Donny. Selain mempelajari teknis produksi, musisi local kita untuk pertama kalinya mengenal konsep manajerial badn dari Deep Purple. Mulai dari fungsi personal Manajer hingga account management. “Kedatangan Deep Purple bagai sebuah revolusi yang membuka mata band-band Indoensia,” Tukas Donny lagi.

Deep Purple mendarat dibandara Halim perdana kusuma, Jakarta pada 2 dember 1975 dari Australia. Ini merupakan kunjungan perdana Deep Purple dan satu-satunya di asia Tenggara. Seperti terlihat dalam film documenter Untuk Kamum Muda karya sutradara Erfan agus Setywan, para personel Deep purple disambut meriah setibanya diBandara. Situasinya bagaikan pahlawan yang baru datang dari medan perang, Sepanjang perjalanan dari Bandara ke hotel, Coverdale, Hughes, Bolin, Lord, dan Paice menerima respon hangat warga masyarakat. Romobongan Deep Purple Sendiri berjumlah 36 orang yang ditempatkan di dua hotel sekaligus. Para kru menginap di Hotel Sahid Jaya sementara manager dan personill ditempatkan di hotel Mandarin, salah satu hotel ini nanti yang menjadi lokasi peristiwa tragis yang menimpa seorang anggota romnongan mereka.

Konser Deep Purple hari pertama, 4 Desmber 1975, dihadiri sekitar 75.000 penonton yang datang tak hanya dari Jakarta namun dari luar kota dan bahkan luar negeri, seperti, Malaysia, Singapure dan Filipina. “Lapangan, tribun atas, tribun bawah dipenuhi lautan manusia. Penonton malah sampai menonton di atap stadion juga,” kenang Donny Fattah. Deep Purple membuka konser hari pertama dengan intro panjang yang segera disusul dengan lagu ngebut “Burn”. Kontan seluruh penonton bersorak soraidan merangsek ke depan panggung. Total ada 12 lagu di set list Deep Purple di hari pertama, termasuk diantaranya “Geordia On My Mind,” “Soldier Of Fortune” dan “Lazy”.

Bagi Deep Puple, konser hari pertama mereka di Indonesia selain heboh juga juga tragis. Patsy Collins, Bodyguard Tommy Bolin, tewas mengenaskan setelah terjatuh dari sebuah lift yang tengah diperbaiki di Hotel sahid Jaya. Berita tragedy ini berhembus ke seluruh dunia dan bahkan sempat dimuat ROLLING STONBE Amerika edisi 29 Januari 1976 dengan judul “ Indonesia Nightmare Strikes Deep Purple.” Disana dijelaskan bahwa: Sebaliknya ke hotel dari venue, Collins yang tengah mabok sempat beradumulut dengan dua orang kru lain dan pergi keluar menuju kamarnya. Lift yang membawa dirinya ke atas berjalan pelan dan Collins tidak sabr kemudian keluar untuk naik via tangga darurat.
Ternyata pintu keluar tangga darurat terkunci. Di lantai enam ia menemukan pintu lift yang tak terkunci dan tanda peringatan. Ia dorong pintu tersebut dengan tergesa-gesa dan masuk ke dalamnya tanpa mengecek terlebih dahulu. Collins terpelanting dari lantai enal dan menghantam pipa-pipa panas dibawahnya hingga menimbulkan ledakan sangat keras. Beberapa kru menyangka sebuah bom meledak dihotel tersebut, ajaibnya, dengan tubuh penuh darah dan luka baker, Collins dapat berjalan kembali emnuju lobi hotel sambil berteriak, “Rumahsakit”. Setibanya di luar hotel ia langsung naik ke sebuah kendaraan dan pingsan. Setelah sempat dirawat keesokan harinyameninggal dunia akibatluka-luka berat yang dideritanya. Dua orang kru dan tur manajer Robin Cooksey sempat ditahan kepolisian untuk diinterogasi. Walau dalam kondisi duka dan ada yang ditahan, para personel Deep Purple tetap bersikeras melanjutkan pertunjukan.
Konser hari kedua, 5 desember 1975. Pengamana dari pihak kepolisian makain diperketat. Sekitar enam ribu polisi anti huru-hara diterjunkan untuk menjaga keamanan konser tersebt. Sebelum konser dimulai, sebuah peringatan berkumandang agar orang-orang eropa yang emnonton konser ini berkumpul di pinggir lapangan demi keamanan. Dalam film Untuk Kaum Muda (terpilih sebagai”film Dokumenter terbaik FFi 2004) juga diperlihatkan segerombolan polisi dibantu anjing-anjing Doberman berada tepat didepan panggung untuk berjaga-jaga.
Ratusan penonton yang sedang berjoget mengikuti musik tampak sibuk menghindari dari terkaman anjing-anjing yang mualai mengamuk. Sebuah pemandangan konser yang tidak manusiawi sebenarnya. Bahkan jika ada penonton yang berdansa kerasukan para polisi itu tidak segan-segan untuk menedang dan memukul orang tersebut. Deep Purple dihari keduabermain lebih pendek dari yang dijadwalkan. Mereka tampak ketakutan mengingat kondisi dalam stadion yang makin mencekam.
Menurut Donny, klimaks konser hari kedua ketika “Smoke On The water” berkumandang. Bagi orang Indonesia, single Deep Purple yang dirilis tahun 1973 ini adalah ‘lagu kebangsaan alternatif’. Selurug penonton pun histeris dan menggila. “Penonton sebenarnya Cuma ingin dekat saja dengan idolanya. Memang sempat ada pembakaran kursi tapi itu di tribun bawah, mereka protes yang di tribun atas kencing mengenai yang di tribun bawah. “UjarDonny yang kini usianya 57 tahunnamnu tetap seht dan bugar. Ia menambahkan bahawa John Lord juga sempat melakukan solo keyboarddengan memasukkan lagu “Burung Kakaktua” dan “Padamu Negeri” di Show hari kedua. “Denny Sabri yang merekomendasikan dua lagu itu”.
Donny bercerita, Ketika God Blessbaru saja menuntaskan pertunjukan, ia melihat 4 atau 5 buah sedan limosin yang membawa para personel Deep Purple dan parker tepat di belakang pangung. Limosinitulah yang menjadi Dressing room Deep Purple selama berada di Back Stge. Kebetulan Donny dan Ian Antono secara pribadi sempat diajak Ian Paice untuk menonton konser mereka tepat dibelakang set drum miliknya.
Setelah konser berakhir Donny dan God Bless sempat diajak ke kamar mereka di hotel Mandarin. Malamnya rombongan Deep Purple dan God Bless menggelar after show party di Diskotik Tanamur. “Kami ngobrol dan minum-minum hingga pagi,” kenang Donny. Para personel Deep Purple sangat terkejutdengan respon penonton di Indonesia yang luar biasa. Total diperkirakan yang menonton dua hari konser Deep Purple ini 150.000 orang! Menurut Donny Fattah Semua personil Deep Purple walau menyandang status superstar namun tetap ramah terhadap orang yang baru mereka jumpai.” Cuma davis Coverdale yang kelihatan minder untuk nyampur. Ia lebih sering mojok dengan teknisinya. Kalau John Lord dan Ian Paice dan yang lainnya ngobrolnya asik. Like A Brother. Mereka juga suprice begitu tahu Indonesia punya band hard rock seperti God Bless.
Ia Juga mengklarifikasi gossip lengan kiri gitaris Tommy Bolin cidera karena kena pellet adalah tidak benar. “saya lihat sendiri tangan Bollin abses, dia ngga bisa menekuk lengannya. Mungkin dia masih muda menyuntik sembarangan. Kotor dan Infeksi. “Tepat setahun kemudian Desmber 1976, Gitaris Tommy Bolin ditemukan tewas karena overdosis. Selain tiu Donny juga sempat meluruskan ‘mitos’ sebagian wilayah Jakarta pemadaman listrik untuk menyuplai power bagi konser Deep Purple adalah tidak benar. “Tidak ada pemadaman kok, itu taktik promosi saja.”
(Sumber : Rolling Stone Indonesia Edisi 21, Januari 2007, Oleh Wendi Putranto)


SAHABAT ROCKERS © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute